Beautiful Goodbye

Kelindan Cinta dan Korupsi dalam “Beautiful Goodbye”

Beautiful Goodbye: Saat Terindah Untuk Berpisah

karya Kunthi Hastorini

Beautiful GoodbyeTerbit April 2013 oleh Caesar Media Pustaka | Binding: Paperback | ISBN: 978-602-18760-4-6 | Tebal: 250 halaman

NOVEL pertama Kunthi Hastorini ini menarik sejak judulnya terbaca: Beautiful Goodbye. Benarkah ada perpisahan yang indah? Kalau benar ada, akan seperti apa? Pertanyaan ini paling tidak mengemuka dan secara tidak langsung membuat pembaca ingin segera mengetahui jawabannya dengan mulai membaca novel ini.

Novel ini berkisah tentang Freya, anchor acara “Berita Pagi” di stasiun televisi Actual TV, yang menjalin hubungan cinta dengan Kevin. Di awal novel, Freya dan Kevin harus “berpisah” karena Kevin ingin bekerja di perusahaan yang jauh dari ibukota dan bahkan mengharuskannya tinggal di sana selama minimal satu setengah tahun. Namun perpisahan Freya dan Kevin ini bukan hanya karena jarak, tetapi karena keputusan ini diambil Kevin secara sepihak tanpa mencoba mendengar keberatan dari Freya.

Terpisah dari Kevin, maka mulailah dunia Freya goncang. Teror pertama datang dari Erik/Ethan kembar pembunuh berantai yang ia wawancara di acara “Berita Pagi” yang kemudian menghantui gerak-gerik Freya. Tapi teror yang lebih hebat, datang dari terungkapnya kasus korupsi pembangunan The Academy Center yang melibatkan ayah Kevin dan ayahnya sendiri nantinya. Keduanya bagian dari konspirasi memanipulasi biaya pembangunan hingga melibatkan menteri.

Saat demikian, Freya butuh pegangan. Tapi dengan tiadanya Kevin di sisinya, Freya rapuh. Saat rapuh inilah, sosok Eros Agastya menjadi penyelamat. Berawal dari pertemanan biasa, perlahan di hati Freya dan Eros tumbuh rasa saling suka. Namun Freya hanya mampu menyimpannya dalam diam. Bagaimanapun sukanya ia pada Eros, Freya masih mencintai Kevin. Lagipula Eros adalah pria pemimpin LSM Anti Korupsi yang justru menyebabkan orang tuanya dan Kevin menjadi tersangka dan dipenjara.

Kevin akhirnya mencium ada ketidakberesan dalam hubungannya dengan Freya. Tetapi ia tidak menduga Freya akan menjalin hubungan dengan Eros. Kevin merasa Freya berubah dan memilih pergi.

Freya berada dalam dilema, memilih menyusul Kevin atau menemui Eros yang terkapar di RS karena dipukuli preman-preman suruhan orang. Freya memilih yang pertama, tetapi belakangan ia tahu itu pilihan yang salah. Kevin juga akhirnya merelakan dan mengucapkan perpisahan. Akhirnya Freya menemui Eros karena satu alasan: harapan.

Novel ini memiliki potensi cerita yang kuat. Baik plot utama maupun membangun dua sub plot yang berkelindan di antara kisah cinta antara Freya dan Kevin, sama-sama punya daya tarik yang akan membuat pembaca enggan melepaskan novel ini hingga selesai. Belum lagi, detil kerja jurnalistik televisi yang dikuasai oleh penulis serta pemaparan jalan korupsi yang dilakukan para tokoh. Hal-hal ini menunjukkan bahwa penulis telah lebih dulu melakukan riset yang memadai sehingga fakta yang tersaji tidak terkesan artifisial.

Mencuatnya persoalan korupsi dan idealisme anti-korupsi dalam novel ini mengingatkan saya pada Ladang Perminus karya Ramadhan KH tentang korupsi di Pertamina. Bahwa penulis memilih untuk membungkusnya dengan kisah cinta, bagi saya bukanlah persoalan. Karena yang disajikan bukan model kisah percintaan biasa. Nyaris bisa dibilang, kisah tentang konflik cinta jauh lebih dominan di dalamnya.

Novel ini cukup intens menjaga ritme baca pembaca dengan terus-menerus menyajikan persoalan demi persoalan hingga akhir. Bahkan menyempatkan pembaca turut masuk ke false resolution yang dilakukan Freya. Hingga akhirnya diakhiri dengan rapi oleh penulis dengan bersatunya Freya dan Eros.

Akan tetapi novel ini juga menyisakan kelemahan. Pertama, mengenai sampul buku yang sama sekali tidak relevan dengan isi. Kalaupun kamera adalah metafora dari kerja jurnalistik Freya, tetapi pilihan menggunakan kamera lomo Holga tidaklah tepat. Kedua, banyaknya kesalahan cetak dan penulisan bahasa Inggris yang tidak tepat. Ketiga, kurang diperas dan dipertajam lagi cerita sehingga barangkali beberapa tokoh seperti satpam, Davin, Disty, bisa disisihkan untuk memperkuat bangunan cerita.

Bagaimanapun, novel ini tetap mencuri perhatian saya, terlebih dengan pilihan garapan tema yang tidak biasa.

Rating: 3 dari 5 bintang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s