Perjumpaan dengan Agustinus Wibowo dan “Titik Nol”

IMG_20130207_102909GUS WENG begitu biasanya saya panggil Agustinus Wibowo. Postur tubuhnya sedang, sedikit lebih pendek daripada tinggi badan saya, tapi dia lebih “sterek”. Sterek? Kata Gus, dia sudah lama tidak mendengar orang memakai kata itu, waktu bertemu saya. Kata itu artinya kurang lebih kekar.

Gus adalah seorang penulis perjalanan yang oleh Maggie Tiojakin dijuluki seorang eksplorer. Tapi ada berita baru yang ia bawa kali ini dalam perjumpaan kami. Agus kembali ke Indonesia. “Serius ingin settling down?” Gus menganggukkan kepala dengan yakin. Kacamata barunya hampir saja melompat. “Tapi kenapa?”

Gus berkata karena kontraknya sudah habis. Tapi saya mengira ada soal lain. “Ingin jadi penulis profesional ya? Sudah saatnya kok. Kamu berani saja seperti penulis-penulis lain…” Ini saran saya yang sok tahu kepada penulis yang baru saja melahirkan karya ketiga, “Titik Nol: Makna Perjalanan” sebuah karya yang menjadi prekuel dari dua buku yang ia tulis sebelumnya: “Selimut Debu” dan “Garis Batas”.

Yang ini lebih personal, kata Gus. Ada kisah Mama di dalamnya. Lalu saya dan Gus bertukar kisah tentang ibu kami berdua yang demikian hebat melawan kanker. Gus baru saja kehilangan Papa-nya bulan Januari, selisih beberapa hari sebelum saya ditinggal pergi ibu. Memang kami berdua sama-sama yatim piatu di usia muda.


Titik Nol, Awal yang Baru
Saya pikir Gus cukup serius menggarap buku barunya ini. Ditulis sampai draft 20-an dan menggunakan teknik baru mencampurkan kisah perjalanannya dan surat-menyurat Mama dan dirinya, saya katakan pada Gus, kemungkinan besar buku ini akan menjadi puncak karyanya.

Mulai dari yang baru. Ah, betul juga Gus… Bahkan saya juga perlu memulai dari nol lagi, dari baru lagi untuk bisa melanjutkan perjalanan. Karena hakikat perjalanan  bukanlah destinasi akhir, melainkan proses berjalan itu sendiri. Seperti dirimu yang memulai awal baru, saya juga akan segera memulai perjalanan baru yang tak bisa diperkirakan akan jadi seperti apa.

Maggie, Febby, Gus Weng
Febby, Maggie, Gus Weng

Perjalananku bukan perjalananmu. Perjalananku adalah perjalananmu.Tashakor Gus.

[dam]

Iklan

2 pemikiran pada “Perjumpaan dengan Agustinus Wibowo dan “Titik Nol”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s