Menelanjangi Sisi Gelap Dunia Hiburan

Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb
karya Maman Suherman

Terbit 2012 oleh Kepustakaan Populer Gramedia | Binding: Paperback | ISBN: 978-979-910-4960 | Tebal: 140 halaman

HIDUP selalu punya dua sisi. Di balik gemerlap dunia seleb, tersimpan sisi gelap yang jarang terungkap atau malah disembunyikan. Di dalam buku ini, ada 33 kisah gelap dari dunia selebritis di Indonesia yang diceritakan secara anonim tetapi menyodorkan fakta, bukan sekedar katanya.

Memuat fakta karena buku ini ditulis oleh Maman Suherman, seorang jurnalis dunia hiburan yang ada di tengah-tengah pusaran hidup artis di Indonesia dan menjadi saksi mata sendiri bagaimana praktek hitam dunia hiburan dilakukan dan tak jarang juga melibatkan media dan jurnalis sebagai kelompok yang terlibat dalam “penipuan” atau “pembohongan” terhadap publik.

Seorang ibu tega menjual anak gadisnya sendiri dengan disodorkan kepada pemimpin redaksi agar karir si anak di dunia hiburan melejit bak roket. Lalu ada kisah lain, seorang suami memperlihatkan video kepada wartawan yang berisi dokumentasi pengguguran kandungan seorang perempuan yang tak lain adalah istrinya sendiri hanya karena ia ingin istrinya tak berani menuntut cerai kepadanya. Gila! Lalu ada juga permainan jurnalis untuk mendapatkan uang tambahan tetapi dengan cara mengkloning berita. Itu semua disajikan demikian verbal. Hanya satu saja yang tetap setiap dijaga penulis: nama narasumber, sebagaimana biasanya jurnalis mempertahankan narsumnya.

Buku ini ditulis secara ringan, tetapi tetap menimbulkan rasa ingin tahu yang bergejolak setiap kali pembaca membaca satu demi satu kisah yang disodorkan: untuk menemukan siapa gerangan artis yang dikisahkan tersebut dan untuk berucap tak percaya setiap kali membaca kejadian yang ada di dalamnya.

4/5

Iklan

4 pemikiran pada “Menelanjangi Sisi Gelap Dunia Hiburan

  1. sebagai jurnalis, apa yang dipaparkan dalam buku tersebut bukanlah barang baru…. tapi hanya sedikit jurnalis yang terpikir untuk membukukannya dan membeberkannya ke publik… hmmm, patut dibaca 😉

    Suka

    1. Oh jurnalis ya? di media apa?

      Iya saya sepakat, sebetulnya yang saya unggulkan adalah ide untuk membukukan dan kemudian membuatnya menjadi pengetahuan publik. Gagasan untuk membuat publik menjadi melek media (media literacy) sangat kental di balik proses kreatif buku ini.

      [dam]

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s