Buntelan 2012: “Membunuh Indonesia”, “All The President’s Men”, “Gadis Pakarena” dan “Pengantin Surga”

Ada 4 judul buku yang saya terima belakangan ini. Saya bahas satu demi satu ya. Pertama, buku dari Komunitas Kretek berjudul “Membunuh Indonesia”.

Ini adalah jenis buku yang saya kategorikan buku dengan muatan isi yang begitu kontroversial, jenis buku yang penting untuk dibaca dan dikaji setiap datanya, serta yang paling penting diperbincangkan, entah dalam fora ilmiah atau bahkan di angkringan. Mengapa saya katakan demikian, karena buku ini banyak menyajikan informasi baru yang barangkali selama ini ditutupi dengan begitu rapi dari masyarakat umum.

Buku kedua yang saya terima juga seperti itu, hanya saja ini buku terjemahan dari penerbit Serambi. Diterjemahkan dari pemenang Pulitzer dari buku berjudul “All The President’s Men” yang menguak skandal besar melibatkan Richard Nixon, mantan presiden AS, dalam Skandal Watergate.
Sekali lagi, seperti halnya buku “Membunuh Indonesia” buku ini, yang sejatinya berupa laporan jurnalistik investigatif, pada zamannya juga memiliki muatan isi yang kontroversial, punya daya hancur yang mengekalkan kredo “mata pena bisa lebih tajam dari mata pedang”.
Buku ini setahu saya pernah diterjemahkan oleh penerbit Cypress Jakarta tahun 1977, tapi yang sekarang laporan Carl Bernstein dan Bob Woodward ini dihadirkan kembali oleh beda penerjemah dan beda penerbit.
Beberapa fakta menarik soal Carl Bernstein, adalah hubungannya dengan Nora Ephron yang baru saja meninggal dunia. Pria ini adalah mantan suami Ephron dan terkenal doyan perempuan cantik. Norah Ephron termasuk yang ia tinggalkan demi perempuan yang lebih seksi dan lebih cantik lagi. Terlepas dari itu, Carl Bernstein adalah jurnalis yang hebat dan ia masih terus beraksi mengungkap kasus-kasus yang masuk kategori classified.
Mungkin kepopulerannya bisa disandingi seperti cara generasi sekarang memandang bocoran Wikileaks yang dilakukan oleh Jullian Assenge. Hanya saja, pada zaman dulu, hal itu belumlah terpikirkan. Carl Bernstein dan Bob Woodward masih mengandalkan whistle blower yang bernama “Deep Throat”.
Buku ketiga dan keempat saya dapatkan dari penerbit Dolphin, mengangkat dua karya sastra dari sastrawan yang saya kenal Khrisna Pabhicara dan Nizami Ganjavi. Pastinya dua karya ini akan sangat bermakna bagi saya yang memang haus membaca karya-karya sastra baru.
Terima kasih banyak kepada para pengirim dan nantikan hasil pembacaan saya atas buku-buku tersebut.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s