Perjumpaan dengan Aan Mansyur dan tomatnya

Aan Mansyur, sastrawan muda dari Makasar ini kukenal sejak tahun 2008-2009. Bahkan ia pernah mengirimi aku buku puisinya “Aku Hendak Pindah Rumah”. Aku pikir sastrawan muda ini patut diacungi jempol dengan kegigihannya membangun kantong sastra dan kebudayaan di negeri bagian Timur Indonesia sana.

Baru pada tahun 2012, akhirnya Aan Mansyur bisa kujumpai. Dan ia memamerkan buku terbarunya, buah transformasinya menjadi buah tomat, buah kesukaannya yang disangkanya ‘apel’ karena ulah neneknya.

Betapa menyenangkan, akhirnya juga mendapat cinderamata pesan-pesan saktinya di dalam buku puisinya itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s