Lanjutan Pluto Makin Mengejutkan

Pluto 2 & Pluto 3
Karya Naoki Urasawa

Terbit 2009 oleh M&C Comics | Binding: Paperback | ISBN: – ISBN13: 9789792333862 (Pluto 2), isbn13: 9789792334395 (Pluto 3) | Halaman: 160

SETELAH kehadiran terjemahan buku 1 Pluto di pertengahan tahun 2008, tahun 2009 ini secara berturut-turut keluar Pluto buku 2 dan 3 sekaligus dengan ditandai dengan perubahan nama penerjemah. Rupa-rupanya ini penyebab jauhnya jarak terbit antara buku 1 dan buku berikutnya (salah satu yang aku dengar dari orang dalam adalah soal tidak kunjung turunnya persetujuan penerjemahan dari pihak Jepang).


Pluto 2: Kehadiran Atom yang berbeda

Cerita di buku kedua ini makin seru dengan hadirnya Atom. Yap, tentunya kalangan penggemar komik tahun 1970-an pasti kenal dengan Tetsuwan Atom – buah karya Dokter Ochanomizu yang digambar oleh Ozamu Tezuka. Namun, gambar Atom di tangan Naoki Urasawa dibuat berbeda: lebih manusiawi, lebih anak-anak.

Penggambaran berbeda atas Atom ini bukannya tanpa sebab. Semula Naoki Urasawa menggambar karakter Atom dan Gesicht menyerupai cara gambar Ozamu Tezuka, tapi dalam pengajuan draft gambar itu untuk mendapat persetujuan dari keluarga Tezuka, anak Tezuka menolak dan meminta Naoki Urasawa mengajukan gambarannya sendiri akan tokoh Atom, Gesicht, Uran tanpa meniru apa yang telah digambar oleh Ozamu Tezuka. Maka jadilah Atom yang demikian.

Namun Atom yang ini tetaplah robot tercanggih, yang justru dimintai bantuan oleh Gesicht untuk mencari siapa pembunuh sebenarnya dari para robot canggih dan orang-orang yang mendukung keberadaan robot. Bahkan kecanggihan Atom telah memukau Detektif Gesicht terutama saat Atom bisa menunjukkan secara nyata betapa nikmatnya makan es krim — sesuatu yang hanya bisa dilakukan pura-pura oleh robot-robot yang berspesifikasi di bawahnya –.

Cerita dalam buku ini makin memuncak karena jumlah korban terus bertambah dan tetap belum bisa dipastikan siapakah pembunuhnya: bahkan pertanyaan sederhana apakah robot atau manusia yang membunuh masih mengambang, meskipun Atom sendiri sudah hampir pasti, pembunuhnya adalah manusia.

Pluto 3: Kehadiran Uran
Kelanjutan kisah seru di buku kedua, diteruskan secara memukau oleh Naoki Urasawa dengan memberi cliffhanger di akhir halaman dengan kehadiran Uran.

Siapakah Uran? Dalam cerita asli Ozamu Tezuka, Doktor Ochanomizu menghadiahkan kado yang amat istimewa di ulang tahun Atom. Ini gara-gara Atom sering terlihat sedih dan murung karena tidak punya teman di rumah. Maka begitu kado dibuka, hadirlah Uran yang akan menjadi adiknya dan sering disebut sebagai Astro Girl.

Namun sama seperti penjelasan di Pluto (Buku 2), karakter Uran digambar ulang oleh Naoki Urasawa lebih manusiawi, lebih hidup. Kali ini dengan rambut kuncir dua dan usia yang jauh lebih muda. Bahkan ditambahkan satu karakter yang menjadikan Uran berbeda dari Atom karena Uran sensitif sekali terhadap binatang, bahkan bisa membuatnya gelisah bila mendengar ada binatang yang kesusahan.

Uran inilah yang dalam cerita di bagian ini memegang peranan penting. Karena dirinya yang akan bertemu dengan “seseorang” yang di waktu kecilnya hanya bisa menyebut kata BORA – yakni kode sandi operasi yang dilakukan dalam Konflik Asia Tengah. Kata BORA ini memegang kunci penting, sama seperti kata PLUTO yang lebih dulu sudah diartikan sebagai Dewa Perang Yunani. Ketika “seseorang” itu akhirnya dikepung oleh Atom, benarkah dia pembunuh yang dicari-cari? Karena di akhir cerita lagi-lagi disajikan satu tokoh yang mencurigakan, sebuah cliffhanger yang harus dicari jawabannya di buku berikutnya.

5/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s