Di Balik Penciptaan Perlambang

Cakar-Cakar Irving (Irving’s Delight)
Karya Art Buchwald

Terbit 1982 (terbit pertamakali 1976) oleh Penerbit Iqra Bandung | Binding: Paperback | ISBN: – | Halaman: 102 | Karakter: Edgar Allen McGruder, Alain Bergman, Irving, Maria Drake

INI cerita tentang buku yang kubeli seharga tiga ribu perak, hasil cetakan pertama terbitan Indonesianya dari karya Art Buchwald yang berjudul asli Irving’s Delight oleh Penerbit Iqra Bandung.

Buku ini sudah lama kupunya dan aku suka ceritanya karena kisah di dalamnya sedikit merepresentasikan apa yang terjadi dalam realita hidupku di dunia kreatif iklan.

Yang paling menarik dari bekerja di industri iklan adalah bagian menciptakan perlambang “baru” akan sesuatu. Contohnya begini: terhadap minuman kaleng Coca-Cola, kita tidak hanya melihat minuman bersoda, warna hitam. Tetapi kita menangkap perlambang di belakangnya, anak muda, budaya urban, kreativitas, dan lain-lain. Konsepnya kurang lebih seperti closure. Kita hanya melihat sedikit/sebagian, tetapi otak kita bekerja untuk mengelompokkannya dalam satu entitas baru.

Baiklah, kita copot Coca-Cola dari otak kita. Kita gantikan dengan Dedy Mizwar. Dalam keseharian, kita tahu Dedy Mizwar adalah bapak, berprofesi sebagai aktor dan sutradara. Tetapi di dalam iklan, Dedy Mizwar merupakan perlambang dari seorang believer produk Yamaha, ndeso penampilannya tapi 2 derajat lebih pintar dari lawan mainnya Didi Petet.

Persoalan perlambang-perlambang inilah yang menurutku menjadi musabab mengapa aku masih berkecimpung di dunia iklan, dan kemudian hari di dunia film. Aku mencintai proses penciptaan perlambang.

Jadi aku paham betul misalnya, mengapa McGruber dalam buku ini begitu gelisah bukan kepalang telah kehilangan perlambang yang sudah ia ciptakan: Irving. Irving adalah sebuah perlambang sukses bisnis perusahaan makanan kaleng untuk kucing bermerk Pussyfoot, juga perlambang kucing yang sehat, kucing yang menginspirasi banyak orang, dan selalu dinantikan kehadirannya di acara “mangkuk besar” di siaran televisi.

Secara sosok digambarkan di dalam buku itu, Irving tidaklah istimewa. Hitam berbelang putih atau putih berbelang hitam itu tidak penting. Keistimewaan –atau bolehlah kita sebut keanehan– Irving adalah ia bisa makan dengan cakarnya, bersih, persis seperti bagaimana orang menyendokkan makanannya dengan jari-jemari.

Jadi satu kali Irving hilang, tak berbekas, sontak akan membingungkan hati McGruber dan segera membuatnya menyewa seorang detektif spesialis pencari binatang hilang dari Perancis dengan bayaran yang spektakuler: seribu dolar sehari.

Kemana Irving hilang, kinerja unik Alain Bergmein yang doyan makanan serba berbau bawang, dan bagaimana akhirnya Irving ditemukan cukup seru untuk diikuti.

Ceritanya mengenai buku ini sekarang berlanjut di akhir tahun 2008, karena ternyata Andri suka buku ini juga dan sempat terjadi dilema antara melepaskan buku ini atau mempertahankan buku ini. Tapi kupikir-pikir, buku ini mungkin lebih baik kulepaskan saja. Karena tidak ada yang lebih penting, selain melihat seorang teman bahagia. Benar kan?

5/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s