Obama Juga Membaca Komik Wiro

Wiro Anak Rimba Indonesia
Karya Kwik Ing Hoo (ilustrator), Lie Djoenliem


Terbit 1950-an oleh Penerbit Liong, Semarang | Binding: Paperback | ISBN: – | Halaman: 336

# 1: Asal-usulnja Wiro
# 2: Wiro di dalam rimba Sumatera
# 3: Wiro ketemu Dr. Watson
# 4: Wiro dirimbu Kalimantan
# 5: Wiro sikat badjak laut
# 6: Wiro kontra perampok mutiara
# 7: Wiro didalam hutan belukar Sulawesi
# 8: Wiro dalam rimba raja Irian
# 9: Wiro melawan tentera Djepang
#10: Wiro kembali keasalnja

Djilid 1-5

KOMIK lawas, yang menurut beberapa teman kecilnya juga dibaca oleh Barrack Obama sewaktu SD di Asisi. Itu berarti di sekitar tahun 1960-an, waktu ibuku jadi guru si Obama kecil.

Bundel jilid 1-5 ini mengambil gambar cover dari jilid 1, yang bila diperhatikan betul-betul ada gambar anak babi hutan yang sedang ditangkap oleh Wiro. Dan oleh karena gambar anak babi hutan inilah, komik ini harus digambar ulang dan diterbitkan lagi mulai dari jilid 1.

Ceritanya tentang Wiro, anak kecil yang gemar binatang, suka membaca juga, dan mengidolakan Tarzan yang bisa bergelayutan di pepohonan. Di kala bermain, Wiro berupaya keras meniru-niru perbuatan heroik Tarzan, meskipun akhirnya ia berulang kali jatuh dari pohon.

Sampai akhirnya, Wiro mendapat ayah tiri yang suka memukul dan ia putuskan untuk kabur dari rumah. Tujuannya, tak lain dan tak bukan, adalah hutan: tempat ia bisa membebaskan diri. Ditemani oleh Kala, monyet piaraan yang setia.

Petualangan jadi anak rimba ini ternyata tidak mudah. Wiro harus menyesuaikan diri saat bekalnya habis. Maka mulailah ia berburu bermodalkan pisau yang ia bawa dari rumah. Ia berburu babi, rusa, ikan dan lama-lama makin masuk ke bagian hutan yang lebih dalam.

Hewan-hewan liar mulai jadi temannya, seperti gajah yang kemudian dinamai Timbo, macan yang dinamainya Tesar, dan Orangutan yang dinamai Konga. Sejenak, Wiro mirip Tarzan memang. 😀

Djilid 1-10 (Gambar Ulang)

Setelah digambar ulang karena memuat gambar anak babi hutan, akhirnya Kwik Ing Hoo mengganti anak babi dengan rusa/kijang. Di jilid 1, saat lapar itu, Wiro berburu kijang dan kemudian asyik makan daging kijang. Sisanya ia berikan kepada orang-orang kampung.

Jilid ini dibundel sampai jilid ke-10, yang artinya sampai Wiro kembali lagi kepada ibu dan ayah tirinya. Sampulnya diambil dari gambar sampul jilid ke-10 yang berjudul “Wiro Kembali ke Asalnja”. Perjalanannya bukan hanya sampai Sumatera saja, tetapi bersama Dr. Watson dan Lana mereka mengembara sampai ke Irian, ikut melawan bajak laut, perompak, dan tentara Jepang.

Pecinta komik ini akan semakin menyukai karakter Wiro yang bukan saja penyayang binatang, tetapi pencinta keadilan. Ia benci tindak kesewenang-wenangan dan tak segan mencabut belati atau menembakkan pistol pemberian Dr. Watson ke arah mereka yang jahat.

Wiro tumbuh menjadi anak yang gemar membaca berkat Lana dan Dr. Watson. Ia bukan lagi sekedar anak yang lari dari rumah, tetapi tumbuh lewat pengalaman baru yang dia hadapi setiap hari.

Aku pikir, komik ini berhasil di sisi mengembangkan imajinasi para pembacanya untuk mengetahui bahwa Indonesia bukanlah sebatas Jawa. Keindahannya bukan sebatas Gunung Merbabu. Manusianya bukan hanya sebatas manusia penuh kesantunan. Meskipun itu berarti Kwik Ing Hoo harus menggambar orang-orang liar (sebutan yang paling sering digunakan para antropolog dan orang Barat). Sayang, referensi Kwik Ing Hoo terbatas, sehingga cara ia menggambar orang liar selalu sama: mirip mereka yang ada di Afrika. Fatal sih, tetapi mungkin karena komikus itu terlalu miskin untuk bisa berkeliling Indonesia sehingga tidak tahu bahwa suku di Batak, suku di Sulawesi, suku di Kalimantan itu serba berbeda karakter fisik dan budayanya.

5/5

Iklan

Satu pemikiran pada “Obama Juga Membaca Komik Wiro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s