Kasih ibu bagai sang surya menyinari dunia

Satu Hari Bersamamu
Karya Mitch Albom

Terbit 2007 oleh Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama: 2006 | Binding: Paperback | ISBN: 9792234330 (isbn13: 9789792234336) | Halaman: 248 | Karakter: Charley (Chick), Posey Benetto, Maria Benetto | Setting: Amerika Serikat

Judul asli: For One More Day
Translator: Olivia Gerungan

MASIH ingat lagu berjudul “Kasih Ibu”? Yang begini liriknya:
Kasih ibu kepada beta /
Tak terhingga sepanjang masa /
Hanya memberi tak harap kembali /
Bagai sang surya menyinari dunia

Kasih ibu memang tak bisa diukur, tak berharap balas, dan senantiasa terbit di hati anaknya. Lagu ini sedikit meringkas apa yang ada dalam novel karya Mitch Albom, Satu Hari Bersamamu. Di novel itu ditulis, ibu memiliki sumur kasih sayang tanpa dasar buat anak-anaknya. Ah, memang benar. Beruntunglah kita yang memiliki ibu.

Begitu pula beruntunglah Charley (Chick) Benetto yang memiliki ibu yang demikian. Seumur-umur ia menyia-nyiakan kehadiran ibunya dengan sibuk memilih menjadi “anak ayah”, dan baru menyadari arti penting ibunya justru ketika ibunya meninggal dan ia menjadi depresi. Delapan tahun setelah ibunya meninggal, Chick memutuskan untuk bunuh diri. Namun kehendak hidup berkata lain. Dua kali ia coba bunuh diri, bukannya ia mati, tapi malah bertemu dengan ibunya dan tinggal sehari dengannya. Inilah cerita utama dalam novel ini.

Aku sangat terkesan dengan sosok ibu dalam novel ini, Posey. Ia begitu cantik, baik hati, dan cerdas. Ia punya kebijakan yang amat baik: mengajak anaknya minimal sekali seminggu ke perpus. Agar anaknya punya kebiasaan membaca. Satu kali penjaga perpus melarang Chick meminjam buku 20.000 Kaki Di Bawah Permukaan Laut-nya Jules Verne dengan alasan buku itu terlalu sulit untuk anak seusia Chick. Tahu apa reaksi Bu Posey? Dia melabrak pustakawan itu dan mengatakan kalimat yang menawan ini: “Jangan pernah berkata pada anak-anak bawa sesuatu itu terlalu sulit. Jangan pernah!” Wah…

Novel ini pada awal dan akhirnya diceritakan oleh Maria Benneto anak Chick, namun sebagian besar isinya cerita Chick akan kenangan masa kecilnya dan terutama kenangan akan ibunya. Terjemahannya bagus dan mengalir, tanpa terasa aksara-aksara itu akan meluncur mulus di matamu dan semoga hatimu.

5/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s