Kring kring kring ada sepeda

Biker Girl
Karya Misako Rocks!

Terbit Juni 2006 oleh Hyperion | Binding: Paperback | ISBN: 0786836768 (isbn13: 9780786836765) | Halaman: 112 | Karakter: Aki, Arata


BICYCLE, bicycle, bicycle
I want to ride my bicycle, bicycle, bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride it where I like

Penggalan lirik lagu “Bicycle Race” dari grup musik Queen tersebut memang pas untuk menggambarkan betapa nikmat bersepeda. Tak hanya anak-anak, kereta kayuh roda dua itu kini malah digemari orang dewasa untuk melakukan segala aktivitas sehari-hari, termasuk pergi ke kantor.

Di Indonesia, gemar sepeda malah lahir lebih dini lagi, saat kanak-kanak kita naik sepeda roda tiga. Ada lagunya, yang begini liriknya:

Kring kring kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
Karena rajin belajar

Intinya, sepeda selalu lekat di hati. Itulah sebabnya aku pilih graphic-novel berjudul Biker Girl ini. Sepintas lalu, mengingatkanku pada karya Ucup dari komunitas seniman Taring Padi Yogyakarta yang pernah menerbitkan graphic-novel bertema sepeda juga tahun 2000. Cerita komik Ucup lebih ke alasan kenapa naik sepeda yang ternyata lebih ekonomis, lebih bersahabat pada alam, dan menyenangkan. Cocok dipakai untuk kampanye langit bersih, bacaan anggota B2W, dll.

Tapi Biker Girl ini berbeda. Ia bercerita tentang sepeda ajaib yang bisa diperintah dengan hati dan dinaiki oleh orang yang tidak bisa naik sepeda. Adalah Aki, remaja tanggung Jepang yang menemukan sepeda ajaib ini di garasi kakeknya. Sepedanya jelek, mirip sepeda kumbang, tapi dengan boneka gajah di setangnya dan spatbor ular. Begitu ajaibnya, sampai sepeda ini bisa terbang, si ular bisa mematuk, dan si gajah? Si gajah bisa apa ya? Di buku ini tidak dijelaskan fungsinya… mungkin bisa bersin?

Semua kehebohan sepeda ajaib ini, ujung-ujungnya digunakan untuk membasmi kejahatan. Kejahatan pertama yang diringkus Aki yang setelah naik sepeda ajaib ini dijuluki Biker Hero adalah kejahatan geng sepeda. Dan seperti biasa cerita kepahlawanan, setelah nyaris kalah, akhirnya jagoanlah yang menang. Bumbunya adalah kisah cinta Aki dengan tetangganya, plus si penjahat tak lain tak bukan adalah kakak Aki sendiri, Arata.

Masalah cerita beres, tetapi yang tidak beres adalah masalah gambar. Selera sih ya… karena dibesarkan dengan membaca cukup banyak graphic novel berkelas, graphic-novel ini terasa seperti tidak serius dan tidak pantas membawa panji-panji kehebatan manga Jepang. Sorry Masako! Yah, mungkin karena baru karya pertama kali ya. Tapi di karya kedua, kayaknya gambarnya lebih lumayan. 頑張って, Masako-san!

Lha? Ngapain masih baca review ini? Yuk main sepeda lagi.

Kring kring kring ada sepeda…

2/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s