Kisah fantasi yang ditumbangkan oleh penerjemah

Kota Antah Berantah (Neverwhere)
Karya Neil Gaiman

Terbit 2007 oleh Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama: 1998 | Binding: Paperback | ISBN: 9792227067 (isbn13: 9789792227062) | Halaman: 448 | Setting: London, United Kingdom

Translator: Donna Wijayanto
Illustrator: Martin Dima

KISAH-KISAH fantasi kini hadir makin semarak. Masih segar dalam ingatanku tentang film “Twelve Monkeys” garapan Terry Gilliam. Fantasinya yang melompati waktu, mundur ke masa lalu, dengan mengirim James Cole (Bruce Willis) seorang narapidana untuk menyelamatkan dunia dari penghancuran akibat virus. Atau kisahan fantasi dua dunia yang khas serial TV Twilight Zones. Kisahan-kisahan fantasi ini sudah aku akrabi. Jadi tak terlalu sulit sebenarnya memahami narasi Neil Gaiman dalam Neverwhere ini yang diterjemahkan jadi Kota Antah Berantah.

Sebenarnya cerita ini berawal dari obrolan Neil Gaiman dan Lenny Henry untuk tayangan seri TV di BBC pada tahun 1996. Henry yang awalnya punya ide untuk memfilmkan cerita tentang gembel-gembel di kota London. Tapi Gaiman-lah yang akhirnya membuat cerita baru tentang gembel itu dengan perspektif yang tidak mengelu-elukan keberadaan gembel karena takutnya banyak anak muda yang lalu mau jadi gembel, tetapi dengan perspektif tentang London Bawah, sebuah setting realis magis yang hidup berdampingan dengan London Atas (London sebenarnya). Setelah jadi baru diadaptasikan ke novel.

Neverwhere bercerita tentang petualangan Richard Oliver Mayhew atau Dick di London Bawah. Richard adalah laki-laki yang selalu disetir oleh pacarnya Jessica. Sampai satu kali, Richard yang baik hati, menolong Door warga London Bawah.

Karena menolong Door, Richard akhirnya terlibat petualangan yang tak masuk akal. Ia seolah “menghilang” dan memasuki dunia London Bawah yang tak lazim baginya. Ia pun menjadi orang-orang yang jatuh dari celah dunia dan harus bertahan hidup dalam gorong-gorong atau parit.

Karena menolong Door pulalah, Richard kehilangan rumahnya, pekerjaannya, dan keberadaannya disangsikan dan tidak terlihat oleh warga London Atas. Richard harus ikut misi Door, bersama Marquis, Hunter yang menjadi pelindung kelompok itu dari kejaran para pembunuh bayaran Mr. Croup dan Mr. Vandemar.

Richard ikut terus rombongan itu pada tahap ia tidak bisa lagi kembali ke London Atas, sehingga ia terpaksa ikut terus perjalanan Door mencari malaikat cantik bernama Islington. Untuk bertemu malaikat cantik itu, mereka harus ke Tube Station dan naik salah satu gerbong dalam kereta Earl’s Court. Begitu naik, anehnya di gerbong itu seperti pindah ke zaman pertengahan. Inilah asyiknya setting London Bawah, yang diisi oleh orang-orang yang tak lazim.

Sebuah kisah fantasi yang apik yang sebenarnya pantas dianugrahi rating 3 tetapi sayangnya dirusak oleh kualitas penerjemahan dan editing. Kualitas penerjemahan dan editingnya saya pikir perlu menjadi perhatian serius dari penerbitnya di Indonesia. Bukan saja kosa kata yang perlu teliti, tetapi juga kelogisan kalimat. Apa ada orang berdialog sehari-hari dengan kata-kata begini: “saya bukan tuna wisma” kenapa bukan pakai kata gembel atau gelandangan? Bagaimana dengan kata “kotamadya yang mungil”? Apakah lazim? Lalu ada kalimat “ia berjalan mengelilingi trotoar”. Apa? Mengelilingi trotoar? Gimana caranya? Mengelilinginya ‘kan repot bener. Mengapa tidak menyusuri saja?

Bagaimana dengan Diterangkan-Menerangkan (DM)? Seperti ada kata yang pasti terdengar aneh ini: “di siang hari Sabtu” Hmm… bukankah sebaiknya ditulis “di Sabtu siang hari”. Itu hanya sebagian daftar, daftar selebihnya aku tidak terlalu tertarik untuk melanjutkan.

2,5/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s