Ingat beras, ingat postmo!

Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Postmodernisme
Karya Yasraf Amir Piliang

Terbit 1998 oleh Mizan | Binding: Paperback | ISBN: 9794331570 | Halaman: 378

DIBACA sewaktu isu tentang postmodernisme jadi ‘hip’ setelah aku selesai mengunyah-ngunyah teori dekonstruksi sosial. YAP menjadi ikon penting dalam pemikiran postmodernisme di Indonesia dan tercermin dari keluarnya buku ini dan berbagai tulisannya di harian nasional.

Paul Virilio seperti dikutipnya mengatakan bahwa ruang saat ini tidak lagi meluas, tetapi mengerut di dalam sebuah layar elektronik. Jika ingin mengetahui sesuatu yang riil, manusia dapat mencari dan menyaksikan melalui video, film, televisi. Ingin tahu mendetail tentang sang bintang idola, maka orang tinggal mengklik satu situs dalam internet, kemudian tampillah sang bintang dengan ragam tentang dirinya, dan seterusnya. Demikianlah di antara beberapa gambaran tentang pelipatan dunia oleh perkembangan teknologi mutakhir di bidang transportasi, komunikasi dan informasi.

Lipatan ini seumpama kertas pada origami yang membuat orang dengan mudah melakukan pintasan-pintasan ke sesuatu yang diinginkannya.

Menarik sih dibaca, sehingga akhirnya secara berseloroh muncul celetukan di saat membaca buku ini: ingat beras, ingat postmo!.. hehehe. apa sih?!?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s