I love history and comics

Kartun Riwayat Peradaban Jilid I-III
Karya Larry Gonick

Terbit 2006 oleh Kepustakaan Populer Gramedia | Cetakan pertama: 1990 | Binding: Paperback | ISBN: 9799100518

Indonesian version of The Cartoon History of the Universe.
Translator: Frans Kowa
Editor: Utti Setiawati, Andya Primanda

I love history. I love comics.
Apalagi bila digunakan secara cerdas untuk tujuan yang mengupas sejarah daripada sekedar menghibur. Aku masih ingat bagaimana komik digunakan oleh teman-teman dari Taring Padi Yogya untuk memberikan pendidikan hak dan kewajiban masyarakat atau kampanye sepeda yang komiknya digambar oleh Ucup TP. Atau pendidikan ruang publik yang dilakukan oleh teman-teman Apotik Komik (juga di Yogyakarta). Dengan apresiasi yang sama, kunilai Kartun Riwayat Peradaban Larry Gonick ini sangat layak baca. Meskipun yang kubaca hanyalah Jilid 1 (Bab 1-7).

Suryorimba Surjoto dari Komik Alternatif dan Mahatmanto mempermasalahkan mengenai target: siapakah sasaran pembacanya? Usia remaja? Mahasiswa? Orang dewasa? Siapa? Tapi buatku tidak penting. Komik adalah bahasa gambar paling universal yang menembus usia. Apalagi ilustrasi Larry Gonick terbilang sederhana (tanpa arsir), tapi tetap komunikatif, imajinatif, sekaligus realistis. Sangat sulit menciptakan ratusan halaman bergambar secara konsisten dan tetap memiliki benang merah.

Secara mengagumkan Larry Gonick memvisualkan gedung, struktur anatomi, pakaian dan perhiasan, peralatan (termasuk senjata), kendaraan, dan lainnya. Teliti? Tidak penting juga. Karena kadang-kadang yang divisualkan puluhan abad sebelum Masehi. Tapi tetap mengagumkan.

I love history and comics. Apalagi karya Larry Gonick ini membuat kita lebih mudah mengenal berbagai peristiwa bersejarah. Pendekatan ini menampik persepsi mempelajari sejarah adalah sesuatu yang terasa membosankan. Terutama dengan media buku-buku teks ataupun melalui bangku kuliah. Dan pembuktian, sejarah bisa hadir dalam bentuk yang lebih menyenangkan.

Secara cermat Gonick membeberkan peradaban manusia satu per satu. Mulai dari kehidupan manusia prasejarah, transaksi perdagangan tertua dengan sistem barter, Sumeria sebagai awal mula peradaban manusia sampai Alexander Agung. Pembeberannya hampir sama ketika kita membuka buku-buku teks. Semisal tentang fungsi seks.

Dengan lucu Larry Gonick berujar: Jika kita pikir membicarakan seks itu tidak penting, berarti siap-siaplah untuk punah. Karena seks itu bagus bagi perbedaan individual. Dan perbedaan individual itu bagus untuk kelangsungan hidup. Karena itu mahluk seksual bertahan hidup. dan yang tersukses adalah yang paling menyukai seks – karena itulah seks asyik pada zaman dahulu, asyik pada zaman sekarang dan pasti lebih asyik lagi pada masa depan. (hal. 19)

Lalu bagaimana pandangan Hegel tentang lahirnya masyarakat bisa dimampirkan oleh Gonick dalam visualisasi domestifikasi perempuan oleh laki-laki. Menurut Hegel, perempuan adalah pemrakarsa pertanian, peternakan, dan peralatan yang menandakan peradaban. Sedang lelaki hanya bisa menggembala dan tidak berpikir jauh. Visualnya ada pada sekitar halaman 88. Kupikir Larry Gonick tidak main-main dengan komiknya yang ini meskipun tetap kocak juga.

Salut untuk para penerjemah komik ini. Gaya bahasa Gonick yang kocak berhasil diserap dan diadaptasi dalam edisi terjemahannya. Sangatlah sulit menerjemahkan bentuk dialog penuh canda menjadi bahasa lokal dengan esensi yang sama.

3/5 deh meskipun i love history and comics… mungkin karena baru baca jilid I-nya. 5/5 kalo ada yang mau minjemin jilid II dan III-nya. Katanya ada cerita tentang Islam di jilid 3.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s