Hidup harus penuh dengan bunga-bunga

Dilarang Mencintai Bunga-Bunga (Kumpulan Cerpen)
Karya Kuntowijoyo

Terbit 1992 oleh Pustaka Firdaus | Binding: Paperback | ISBN: 9795410253 (isbn13: 9789795410256) | Halaman: 200

AKHIRNYA saya mendapat kesempatan untuk mencicipi karya Pak Kunto yang satu ini… Kesan saya cerpen berjudul “Dilarang Mencintai Bunga-bunga” ini mirip kotbah pastor… lama, tegas dan dalam.

Ceritanya tentang seorang anak gadis yang amat mencintai bunga dan ayahnya melarang si anak untuk mencintai bunga. Bungkusnya adalah dialog mengenai Tuhan, keberadaan Tuhan dalam lingkungan di sekitar kita yang diwakili oleh bunga-bunga. Sastra Pak Kunto yang ini masuk dalam kategori sastra transcendental, yakni karya sastra hasil religius pengalaman keagamaan sebagaimana yang terjadi pada orang-orang sufi.

Pengalaman sufistik tertuang dalam bait-bait ini:
“Hidup harus penuh dengan bunga-bunga. Bunga tumbuh, tidak peduli hiruk pikuk dunia. Ia mekar. Memberikan kesegaran, keremajaan, keindahan. Hidup adalah bunga-bunga. Aku dan kau salah satu bunga.”

Wuiiih… bukan main memang! Sampai tercekat dan terpatri di kepala.

Pendeknya, di balik cerita sederhana ini ada pengalaman religius dan sufistik dengan menentangkan kehidupan yang ideal dengan yang tak ideal seperti dalam cerpen tersebut. Ciri ini terus melekat pada karya-karya Pak Kunto sampai pada tahun 1990-an.

5/5 rekomendasi jaminan mutu. halah?! hehehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s