Cinta Monyet Rocks!

Dari Jendela SMP
karya Mira W

Terbit 1983 oleh Gramedia | Binding: Paperback | ISBN: 9796555891 (isbn13: 9796555891) | Karakter: Joko & Wulan

BUAT gue yang tidak pernah mengalami cinta monyet dan termasuk cowok yang puber-nya terlambat, buku ini layak dapat bintang 5. Sebuah buku yang gue jadikan panduan untuk mengerti: “oh… ternyata itu yang sedang dialami teman-teman gue”. Rupanya itu yang namanya jatuh cinta. Dan memang benar, buku ini memang bisa membuat pembaca menangis dan terhanyut ke dalam kisah cinta Joko dan Wulan. Juga kaget pada kepolosan mereka. Misalnya saat mereka pertama kali berciuman, coba tebak apa yang terjadi??? (yang pasti remaja jaman sekarang (ABG) akan terbahak2, guling2 gak karuan)


Hanya sedikit bibir mereka bersentuhan. Karena di detik lain Wulan telah tersentak mundur dengan kagetnya. Dan mereka sama-sama jatuh terduduk.

“Kok Joko gitu sih,” gumamnya tersipu-sipu.
“Nggak apa, kan?”Joko coba membela diri. Padahal dia sendiri sudah merasa panas dingin.
“Tapi kata Lili kalau ciuman bisa…”
“Bisa apa?”
“Hamil.”
“Hah?!”

Well, cukup menjelaskan bukan bahwa buku ini menjadi “eye opener” bagi gue juga. hehehe… abis baru ciuman pas kuliah semester 2…

Plotnya adalah kisah cinta antara Joko dan Wulan, dua anak SMP kelas 3, yang sama-sama menjadi murid teladan, tetapi Wulan anak orang kaya, sedangkan Joko anak pembantu. Parahnya, dia anak haram karena tidak mempunyai ayah. Gimana kepolosan anak SMP itu berubah, ketika Joko dan Wulan sama-sama keluar lewat jendela sekolah dan memasuki gerbang dunia terlarang. Akibatnya Wulan hamil waktu kelas 1 SMA. Dari sana, cerita menjadi mengharukan.

Mira W pintar membawa emosi pembaca sampai akhirnya kita diberi ending yang tak terduga. Ternyata kepala sekolah yang dikagumi Joko adalah ayahnya sendiri. What?! Keren kan twistnya…

Di luar itu, novel ini bercerita secara sederhana tentang dua pandangan masyarakat terhadap pendidikan seks. Antara yang mengatakan itu tabu dan serba melarang dan yang ingin mendidik agar remaja-remaja tahu dan bisa menjaga diri. Gue masuk kategori yang kedua. hehehe.

Mira W juga berhasil menyampaikan satu ide penting, bahwa apabila orang tua makin melarang suatu hubungan, maka remaja yang lebih memberontak dan memilih menjalani hubungan backstreet yang parah.

Mengapa buku ini jadi tak terlupakan? Karena sejak itu ibu selalu membelikan novel Mira W, padahal selera gue sudah berganti ke Nh. Dini. 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s