Kitab Para Pejuang Spiritual

Fire in The Heart: Novel Indah Tentang Perjalanan Penuh Inspirasi
Karya Deepak Chopra

Terbit 2007 oleh Hikmah | Cetakan pertama: 2005 | Binding: Paperback | ISBN: – (isbn13: 9789791140782) | Karakter: aku, Baba | Halaman: 294

Cetakan kedua, edisi revisi cover
Indonesian version of Fire in The Heart: Spiritual Novel for Teens
Penerjemah: Feba Sukmana
Editor: HP Melati

Abraham Maslow, dalam bukunya Hierarchy of Needs menggunakan istilah aktualisasi diri sebagai kebutuhan dan pencapaian tertinggi seorang manusia. Maslow menemukan bahwa tanpa memandang suku atau asal-usul seseorang, setiap manusia mengalami tahap-tahap peningkatan kebutuhan atau pencapaian dalam kehidupannya.

Mulai dari kebutuhan fisik akan pangan, pakaian, tempat tinggal maupun kebutuhan biologis, lalu kebutuhan keamanan dan keselamatan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam, juga kebutuhan rasa memiliki, sosial dan kasih sayang, lalu juga kebutuhan akan penghargaan dan terakhir kebutuhan aktualisasi diri, meliputi kebutuhan untuk memenuhi keberadaan diri dengan cara memaksimumkan penggunaan kemampuan dan potensi diri. Dari semua itu, kebutuhan setiap insan paling tinggi yaitu aktualisasi diri, yang juga disebut kebutuhan spiritual.

Maslow mendefinisikan aktualisasi diri sebagai sebuah tahapan spiritualitas seseorang, di mana seseorang berlimpah dengan kreativitas, intuisi, keceriaan, sukacita, kasih, kedamaian, toleransi, kerendah-hatian, serta memiliki tujuan hidup yang jelas, dan misi untuk membantu orang lain mencapai tahap kecerdasan spiritual ini. Dengan demikian, pengalaman spiritual adalah peak experience, plateau – the farthest reaches of human nature.

Begitu selesai, terus terang aku menyesal telat baca buku ini. Bila benar buku ini diperuntukkan bagi remaja, untukku jelas ini sudah amat-amat terlambat.

Waktu awal-awal mulai membaca, ada rasa ragu untuk membuka buku ini karena bukan kategori umur seperti yang diharapkan penulisnya, sampai akhirnya kudesiskan: “Mimesis!” — begitu sampul belakang buku yang didapat gratis dari Kubugil ini mulai kubaca. Disebut “mimesis” jika cerita dalam novel diangkat dari pengalamannya si penulis dan di buku ini, Deepak Chopra menuliskan pengalamannya sendiri, entah benar entah tidak, sewaktu ia berumur 15 tahun. Wah betapa beruntungnya Chopra.

Buku ini aku ragu juga bila disebut novel. Karena bila novel, ia lebih mirip buku motivasional atau self-guide. Tapi bila dibilang self-guide, sampulnya besar-besar menulisnya “Novel spiritual untuk remaja”. Tapi baiklah, aku sepakati saja lebih dulu soal novel itu. Kata “spiritual” yang ada pada subjudul itu menggelayut di pelupuk mataku dan mengingatkanku pada kata-kata Maslow.

Buku ini diceritakan dengan teknik pertemuan antara aku dan Baba di 4 hari yang berbeda-beda, sewaktu si aku berumur 15 tahun atau sekitar SMP. Dengan kepolosan seorang siswa SMP, si “aku” menerima ajaran tentang jiwa dari Baba yang digambarkan berjanggut putih dan berjubah putih, datang tak diundang, pergi tanpa diantar (halah??!!) — maksudnya kedatangannya serba misterius gitu, tapi bukan hantu. Aku dengan kepolosannya mendapatkan manfaat pelatihan jiwa untuk menjadi pejuang spiritual.

Karena hampir semua isinya inspiratif, buku ini penuh dengan garis bawah dariku.. Hahaha, ketauan deh sifatku yang selalu memperlakukan semua buku seperti buku teks. Karena buku ini mengajarkan pembaca untuk menjadi pejuang spiritual, akhirnya kutipan favoritku tentang pejuang spiritual akan kutuliskan di sini:

Para pejuang spiritual tidak berperang melawan orang lain; mereka berjuang melawan kabut dan keraguan yang ada pada diri mereka sendiri. Pejuang spiritual dilatih untuk mengetahui diri mereka yang sebenarnya.

Ada seorang kuno di India yang berkata, “Aku adalah Itu”. Orang-orang biasanya berkata, “Aku memiliki jiwa”, namun pejuang spiritual berkata, “Aku adalah jiwa”. (dikutip dari halaman 57).

Keren-sumpah keren bangetttt… Aku rekomendasikan buku ini untuk anak-anakku dan anak-anakmu yang nantinya menginjak remaja. Sekali lagi thanks untuk Kubugil yang sudah memberi buku ini secara cuma-cuma

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s