Tak ada Austen, Psychotic pun jadi…

Orang-Orang Bloomington
karya Budi Darma

Terbit: 2004 oleh Metafor Publishing | Cetakan pertama: 1980, Sinar Harapan | ISBN: 9793019158 | Halaman: 246

SETELAH mendengar/membaca berbagai pujian dari teman-teman, kupikir sudah saatnya bagiku untuk mengenal Budi Darma yang disebut-sebut Maestro Sastra Modern Indonesia. Wah, seorang maestro! Apalagi kudengar ia dipengaruhi oleh karya-karya sastrawan Amerika klasik seperti Jane Austen. Ia disebut-sebut tidak pernah merancang plot, sehingga cerita-ceritanya lahir begitu saja. Kugambarkan ia seperti pelukis Affandi almarhum yang musiumnya ada di Jl. Adisucipto, Yogya. Tetapi Budi Darma bukan penulis abstrak. Tidak, begitu kesanku membaca kumpulan cerpennya ini.

Buku kumpulan cerpen ini dipinjamkan oleh Kiki Suriki dan baru membaca satu cerpen, begitu gelap kelam dan tokohnya begitu psychotic, lalu buku ini kuletakkan lagi di meja. Aku berpikir, seperti inikah karya seorang Maestro?

Cerpen pertama “Lelaki Tanpa Nama” lewat begitu saja tanpa kesan. Waktu membaca “Joshua Karabish”, tiba-tiba tokoh Aku dalam cerpen itu mengingatkanku pada sosok Gieb. Ia tidak suka disebut penyair, hanya mau disebut pembaca puisi. Ada yang menarik, di sana disebut Budi Darma, “kalau mau jadi penyair, selain harus punya puisi yang baik, harus juga punya kepribadian yang menarik.” Hmmm… sepertinya Gieb cocok. Dan gue cocoknya jadi Joshua Karabish dalam cerita itu. Hehehe… Cerita lain bergulir tentang orang-orang psychotic lainnya yang aneh, tak lazim, dengan pikiran-pikiran jahat dan tindakan yang amoral.

Usulan Roos untuk slow-reading membaca Budi Darma ternyata manjur. Akhirnya buku ini selesai dibaca dan kesimpulannya adalah: Budi Darma piawai mengajukan tema-tema yang asing dan tak dekat. Sungguhpun banyak pengalaman psikologis yang dilukiskan lewat karakter-karakternya yang cukup aneh dan tak lazim ditemui dalam cerpen-cerpen penulis indonesia: aku si mahasiswa yang melihat seorang tua mengacung-acungkan senapan kosong kemana-mana, joshua yang penyakitan, si aku yang benci anak-anak, si orez anak cacat dan lainnya, aku si pengiri, james russel yang pendengki…

Memang benar, membaca Budi Darma meluaskan cakrawala bahwa di bawah langit masih ada dunia yang belum dilirik orang sebagai lahan kreativitas, dunia milik orang-orang “aneh” dan psychotic, milik Orang-Orang Bloomington.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s